June 4, 2026
IMG-20230221-WA0120

Departemen Ilmu Kesehatan Mata Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali menyambut Dr. Andrew Pyott, seorang ahli oftalmologi internasional yang memiliki pengalaman luas dalam penelitian dan pengobatan penyakit mata. Dalam kerjasama ini, Dr. Pyott memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan konsultasi kepada tenaga medis di Departemen Ilmu Kesehatan Mata UNHAS. Ia juga membantu dalam pengembangan program penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit mata dan pengobatannya di Indonesia.

Pada Selasa, 17 Januari 2023, dalam kuliah yang dibawakannya, Dr. Andrew Pyott membawa kabar yang cukup mengkhawatirkan dalam situasi kebutaan internasional saat ini. Menurutnya, jumlah orang yang mengalami kebutaan global diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 115 juta orang pada tahun 2050 jika tindakan pencegahan dan pengobatan tidak dilakukan dengan serius.
Salah satu penyebab utama meningkatnya angka kebutaan adalah faktor usia, karena semakin tua seseorang semakin rentan terhadap berbagai penyakit mata seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula. Namun, Dr. Pyott menekankan bahwa faktor lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat juga dapat berkontribusi terhadap risiko kebutaan, seperti paparan sinar UV dan merokok.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan mata yang berkualitas menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan dan pengobatan kebutaan. Sayangnya, di beberapa wilayah di dunia masih terdapat kesenjangan dalam akses terhadap layanan kesehatan mata, terutama di negara-negara berkembang. Keadaan di Indonesia pun kurang lebih seperti itu.

Untuk mengatasi situasi kebutaan yang semakin meningkat ini, Dr. Pyott menyarankan beberapa tindakan yang dapat dilakukan. Pertama, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan secara teratur. Kedua, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mata berkualitas, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Dan ketiga, meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk pengobatan penyakit mata.

Dalam menghadapi tantangan situasi kebutaan internasional, Dr. Pyott berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan di seluruh dunia. Semua pihak mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, NGO, akademisi, serta klinisi semua harus terlibat didalamnya. Kerjasama ini tentunya memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.