
Makassar, 19 Juli 2025 – Departemen Ilmu Kesehatan Mata kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan mata masyarakat melalui kegiatan Penyuluhan dan Skrining Kesehatan Mata yang dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea, Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan mata sejak dini, mendeteksi gangguan penglihatan yang sering tidak disadari seperti katarak, glaukoma, dan kelainan refraksi, serta memberikan rujukan lanjutan bagi pasien yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Acara diawali dengan penyuluhan kesehatan mata yang menyoroti katarak sebagai penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia. Peserta memperoleh edukasi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, hingga penatalaksanaan katarak. Sesi diskusi interaktif memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis mata.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan skrining kesehatan mata yang meliputi anamnesis, pemeriksaan tajam penglihatan, segmen anterior, tekanan intraokular, hingga evaluasi segmen posterior pada kasus tertentu. Peserta dengan keluhan diberikan terapi sesuai indikasi, sementara kasus dengan kecurigaan katarak matur atau glaukoma dirujuk ke rumah sakit.
Kegiatan ini melibatkan tim multidisiplin dari berbagai subspesialis, termasuk oftalmologi komunitas, retina, glaukoma, dan refraksi, dengan dukungan dokter umum. Sebanyak 37 peserta mengikuti skrining, dengan temuan terbanyak berupa kelainan refraksi, disusul kasus katarak yang memerlukan evaluasi lanjutan.
Menurut panitia, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat pemeriksaan langsung, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa mata sehat adalah aset penting untuk kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan.
Departemen Ilmu Kesehatan Mata berkomitmen untuk terus melaksanakan program serupa secara berkesinambungan dengan cakupan lebih luas, demi menekan angka kebutaan yang dapat dicegah dan membangun jejaring pelayanan kesehatan mata yang lebih kuat di masyarakat.